Mengembangkan Budaya Ilmiah di SMANU MHT  

Ini juga berita yang pernah tayang di web smanu.

SMANU Muhammad Husni Thamrin didirikan dengan visi Menjadi sekolah sains bertaraf Internasional yang menghasilkan lulusan unggul dalam Imtaq dan Iptek serta berdaya saing global. SMANU MHT memiliki 10 misi untuk mewujudkan visi tersebut, diantara misinya adalah  Mengembangkan kemampuan meneliti, memiliki akses global dan jaringan pembelajaran berbasis teknologi.

 

Sikap dan budaya ilmiah harus dikembangkan sejak dini di lingkungan sekolah, agar para siswa memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan masa depan apabila mereka melanjutkan pendidikan pada jenjang lebih tinggi. Seperti kita ketahui bersama bahwa di perguruan tinggi sangat dituntut kemandirian dan kemampuan belajar serta meneliti untuk dapat memperoleh prestasi bagus. Untuk mewujudkan sikap dan budaya ilmiah tersebut, para siswa perlu diajarkan dan dibiasakan untuk meneliti, mulai dari yang paling sederhana hingga yang agak rumit.
Belum lama ini, sabtu, 21 Sepetmber  di SMANU MHT diselenggarakan workshop penelitian ilmiah bagi kelas X dan XI di auditorium. Materi mengenai penelitian ilmiah untuk pelajar disampaikan oleh Ahmad Yani, S.Pd, M.Si dan Acep Abdullah, S.Si. Melalui kegiatan ini para siswa dirangsang untuk menemukan masalah di sekitar mereka untuk diteliti dan dicari jawabannya dengan metode ilmiah.
Di samping kegiatan workshop, pengembangan budaya ilmiah juga intensif dilakukan di kelas-kelas melalui guru mata pelajaran. Seperti misalnya pada pelajaran bahasa Indonesia di kelas X, Pak Agus Budi setelah menjelaskan mengenai metode ilmiah, beliau menugaskan para siswa secara berkelompok untuk membuat karya ilmiah dari permasalahan sehari-hari yang sering dijumpai. Siwa menyambut antusias upaya ini, terlihat dari banyaknya siswa yang mulai rajin mengunjungi perpustakaan untuk membaca literatur, mengunjungi laboratorium fisika, kimia dan biologi untuk bertanya kepada guru atau laboran mengenai beberapa percobaan yang mereka ingin rancang.
Farhan, siswa kelas X-4 bersama kelompoknya memilih topik mengenai faktor-faktor penyebab kebakaran pada peristiwa korsleting (arus pendek) listrik. Mereka menguji hipotesis mereka dengan melakukan perobaan menggunakan kabel listrik yang divariasikan ke dalam beberapa ukuran ketebalan dan daya yang berbeda. Mereka ingin menemukan faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran pada peristiwa korsleting tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s